
1. Latar Belakang dan Tujuan Kajian
Kajian ini (yang merupakan kerja sama dengan ICAIOS pada tahun 2019) bertujuan untuk menggali kearifan lokal serta langkah praktis masyarakat dan ulama Aceh dalam penanggulangan bencana berdasarkan manuskrip keagamaan. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi tindak lanjut bagi Kementerian Agama untuk meningkatkan peran Penyuluh Agama dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.
2. Tingkat Risiko Bencana di Aceh
Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Aceh 2016-2020 oleh BNPB, Aceh merupakan wilayah dengan risiko tinggi terhadap berbagai bencana seperti banjir, tsunami, gempa bumi, dan letusan gunung api. Aceh juga memiliki risiko sedang untuk wabah penyakit dan kekeringan.
3. Pentingnya Mitigasi Sejak Dini
Tingginya risiko tersebut menuntut adanya edukasi sejak dini kepada masyarakat terkait pengetahuan dan keterampilan penyelamatan diri. Pengurangan risiko bencana dilakukan dengan cara mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas melalui berbagai kegiatan mitigasi struktural maupun non-struktural.
4. Peran Strategis Penyuluh Agama
Kunci utama pengurangan risiko bencana adalah perubahan perilaku masyarakat. Penyuluh Agama memiliki potensi besar karena dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa (gampong). Mereka dapat mengubah sikap masyarakat, misalnya dari yang sebelumnya hanya pasrah terhadap bencana menjadi sikap berikhtiar (berusaha maksimal) melalui anjuran agama, serta memanfaatkan forum pengajian sebagai sarana penyampaian pesan mitigasi bencana.
Download File Kajian
- [Kajian Peran Kementerian Agama dalam Mitigasi Bencana Alam di Aceh (PDF)](https://drive.google.com/file/d/1Xf6Ar4j00AOI7shyokEHiTBUMIl-Eg2T/view?usp=sharing)