Mitigasi Bencana Alam5 menit baca

Peran Kementerian Agama dalam Mitigasi Bencana Alam di Banten

Teks ini menyoroti pentingnya pendekatan keagamaan dan kultural dalam mitigasi bencana di wilayah Banten untuk melengkapi pendekatan sains murni yang seringkali belum merangkul kondisi sosiologis masyarakat.

BNPB
Tim Geospasial BNPBSubdit Pemodelan Kebencanaan
23 Agustus 2026
Peran Kementerian Agama dalam Mitigasi Bencana Alam di Banten

1. Latar Belakang Pendekatan Agama

Pendekatan sains murni (seperti geologi) terkadang mengabaikan aspek kultural dan agama. Padahal, masyarakat Indonesia sangat lekat dengan budaya dan agama, sehingga sering menyikapi bencana sebagai takdir, azab, atau kemurkaan alam. Jika tidak diarahkan dengan tepat, sikap ini bisa menghambat kesadaran akan pentingnya mitigasi fisik dan memperbesar risiko korban.

2. Optimalisasi Riset Keagamaan

Melalui LKKMO (Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi), Kementerian Agama berupaya agar riset-riset berbasis literatur dan khazanah keagamaan dapat dijadikan landasan kebijakan yang konkret untuk mendukung edukasi mitigasi bencana di masyarakat.

3. Tugas Vital Penyuluh Agama di Banten

Hasil riset di Banten menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki peran yang sangat nyata di lapangan. Mereka bertugas menangani pemulihan psikis (trauma healing) korban bencana dari segi spiritual, menjadi perantara penyaluran bantuan material, serta menyampaikan edukasi spiritual untuk menyadarkan umat sebagai bentuk ikhtiar.

Download File Kajian

- [Kajian Peran Kementerian Agama dalam Mitigasi Bencana Alam di Banten (PDF)](https://drive.google.com/file/d/1oAroLXqVYns3eLCMz48s4tUbvdFgaGF4/view?usp=sharing)