
1. Dahsyatnya Letusan Krakatau 1883
Pada tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, Gunung Krakatau di Selat Sunda memuntahkan seluruh isi perutnya berupa abu, batu apung, dan lumpur panas[cite: 1]. Letusan ini memicu gelombang laut yang sangat tinggi dan menyapu bersih kota-kota pesisir, dengan perkiraan korban jiwa mencapai 36.417 orang[cite: 1].
2. Kehancuran Pesisir Banten dan Lampung
Wilayah pesisir Lampung, khususnya Teluk Betung, porak-poranda hingga tidak ada tanda kehidupan yang tersisa[cite: 1]. Di Banten, daerah pesisir mulai dari Merak, Anyer, hingga Caringin musnah total dilanda gelombang pasang, menewaskan puluhan ribu penduduk serta menghancurkan berbagai bangunan dan mercusuar[cite: 1].
3. Dampak Meluas hingga Batavia dan Madura
Gelombang pasang akibat letusan turut merendam Pelabuhan Tanjung Priok di Batavia dan memusnahkan beberapa perkampungan pesisir di Tangerang seperti Sembilangan Laut[cite: 1]. Hujan abu dan kegelapan pekat menyelimuti wilayah yang luas, sementara suara dentuman letusan terdengar hingga ke Pamekasan dan Bangkalan di Madura[cite: 1].
4. Pengalaman Pelaut dan Gelombang Bantuan
Para nakhoda kapal yang berlayar di Selat Sunda melaporkan terjebak dalam amukan gelombang panas, hujan abu, dan mendapati perubahan dasar laut yang ekstrem[cite: 1]. Menanggapi laporan-laporan darurat ini, pemerintah segera mengirimkan bantuan kapal, ratusan pikul beras, tenaga medis, dan relawan dari berbagai penjuru untuk menolong para penyintas yang kekurangan pangan[cite: 1].
Download File Naskah
- [Gunung Krakatau Meletus 1883 (PDF)](#)