Sejarah Kebencanaan8 menit baca

Penerbitan Naskah Sumber: Gunung Krakatau Meletus 1883

Arsip Nasional Republik Indonesia merangkum laporan-laporan resmi dan telegram bersejarah mengenai dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada Agustus 1883 beserta dampak tsunami yang menyapu pesisir Jawa dan Sumatera[cite: 1].

BNPB
Arsip Nasional Republik IndonesiaPenerbit Naskah Sumber
24 Agustus 2026
Penerbitan Naskah Sumber: Gunung Krakatau Meletus 1883

1. Dahsyatnya Letusan Krakatau 1883

Pada tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, Gunung Krakatau di Selat Sunda memuntahkan seluruh isi perutnya berupa abu, batu apung, dan lumpur panas[cite: 1]. Letusan ini memicu gelombang laut yang sangat tinggi dan menyapu bersih kota-kota pesisir, dengan perkiraan korban jiwa mencapai 36.417 orang[cite: 1].

2. Kehancuran Pesisir Banten dan Lampung

Wilayah pesisir Lampung, khususnya Teluk Betung, porak-poranda hingga tidak ada tanda kehidupan yang tersisa[cite: 1]. Di Banten, daerah pesisir mulai dari Merak, Anyer, hingga Caringin musnah total dilanda gelombang pasang, menewaskan puluhan ribu penduduk serta menghancurkan berbagai bangunan dan mercusuar[cite: 1].

3. Dampak Meluas hingga Batavia dan Madura

Gelombang pasang akibat letusan turut merendam Pelabuhan Tanjung Priok di Batavia dan memusnahkan beberapa perkampungan pesisir di Tangerang seperti Sembilangan Laut[cite: 1]. Hujan abu dan kegelapan pekat menyelimuti wilayah yang luas, sementara suara dentuman letusan terdengar hingga ke Pamekasan dan Bangkalan di Madura[cite: 1].

4. Pengalaman Pelaut dan Gelombang Bantuan

Para nakhoda kapal yang berlayar di Selat Sunda melaporkan terjebak dalam amukan gelombang panas, hujan abu, dan mendapati perubahan dasar laut yang ekstrem[cite: 1]. Menanggapi laporan-laporan darurat ini, pemerintah segera mengirimkan bantuan kapal, ratusan pikul beras, tenaga medis, dan relawan dari berbagai penjuru untuk menolong para penyintas yang kekurangan pangan[cite: 1].

Download File Naskah

- [Gunung Krakatau Meletus 1883 (PDF)](#)